Home / Uncategorized / Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Komoditas dengan Pasar Lelang

Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Komoditas dengan Pasar Lelang

pasarUntuk menjaga stabilitas harga komoditas pemerintah akan melakukan pasar lelang. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memaparkan pasar lelang berfungsi untuk memperpendek mata rantai perdagangan, memberikan kepastian harga, membangun, dan memperluas jaringan usaha, serta menjamin penyerahan komoditas sesuai kebutuhan.

“Dengan bertemu secara langsung berarti transparan, adil, dan wajar. Diharapkan akan terbentuk harga komoditas yang dijadikan sebagai harga acuan dalam perdagangan,” ujar Lutfi, Senin (16/6).

Penyelenggaraan pasar lelang ini dibina dan diawasi oleh Kemdag berjumlah di 13 daerah provinsi penyelenggara yaitu Sumatera Barat, Jambi, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Barat.

Pada 2013 tercatat nilai transaksi sebesar Rp 1 triliun atau naik 2,8 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 825,23 miliar. Sementara itu, Januari-April 2014 tercatat nilai transaksi sebesar Rp 258 miliar.

Dia mengharapkan konsumen dan petani dapat menikmati harga yang wajar serta tidak dirugikan dengan terjadinya fluktuasi harga di pasar. Salah satunya adalah dengan mengaktifkan kembali Pasar Klampok sebagai pusat distribusi bawang merah dengan menginisiasi sistem pasar lelang.

“Bawang adalah salah satu komoditas utama yang memiliki nilai ekonomi tinggi, ditinjau dari sisi pemenuhan konsumsi nasional, sumber penghasilan petani, maupun potensinya sebagai penghasil devisa negara,” ujar Lutfi.

Menurut dia pemasaran produksi bawang untuk kebutuhan domestik seringkali terganjal fluktuasi harga yang tinggi, karena produksi bawang tidak dapat dilakukan sepanjang tahun dan termasuk kategori komoditas tidak tahan lama.

Harga bawang merah per 13 Juni 2014 sebesar Rp 24.975/kg atau naik 1,7 persen dibanding harga minggu sebelumnya. Harga tersebut masih di bawah harga referensi bawang merah sebesar Rp 25.700/kg.

Berdasarkan data Kemendag pasokan bawang merah lokal untuk konsumsi sampai dengan puasa dan lebaran cukup. Menurut Lutfi masih ada masa panen di beberapa daerah sentra produksi, antara lain Cirebon, Brebes, Tegal, Kendal, Bojonegoro, Nganjuk, Ponorogo, Jombang, Kediri, Banyuwangi, Probolinggo, Bima, Enrekang, dan Alahan Panjang.

Nilai transaksi bawang hingga Mei melalui pasar lelang tercatat dengan nilai sebesar Rp 2,785 miliar dengan volume 188 ton.

About Usman Simanjuntak

Usman Simanjuntak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*